Hari ini kita akan membahas seni budaya sebagai salah satu instrumen penting penggerak jati diri bangsa dan sekaligus meningkatkan perekonomian nasional. Selain itu, artikel ini mencoba menyajikan beberapa kunci dalam mempromosikan seni budaya ke pasar global.

Pertama-tama, saya ingin memperkenalkan salah satu seni budaya dari Indonesia yang terkenal yaitu “BATIK”. Batik diakui sebagai identitas nasional Indonesia. Secara historis, batik pertama kali muncul pada abad ke-17. Saat itu, seragam batik digunakan sebagai pakaian keluarga kerajaan. Selanjutnya motif batik didominasi oleh gambar binatang dan tumbuhan. Setelah beberapa dekade, batik tersebar luas dan diproduksi dalam berbagai model, seperti abstrak, relief candi, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, setidaknya ada tiga jenis batik (untuk pakaian) berdasarkan proses pembuatannya. Yang pertama disebut batik printing (batik cap), artinya motif batik itu dibuat dengan mesin cetak. Yang kedua adalah batik cap (batik cap), artinya motif batik dibuat dengan cara menekan cap yang berisi model tertentu. Yang terakhir adalah batik tulis, ini yang paling sulit dan mahal karena dibuat dengan cara melukis pola langsung ke kain; dengan kata lain, ini adalah produk buatan tangan.

Daerah yang paling terkenal untuk batik di Indonesia adalah kota Surakarta, di Provinsi Jawa Tengah, dan kota Yogyakarta, di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota-kota ini berdekatan satu sama lain. Dari segi sejarah, ada sebuah kerajaan yang memerintah di wilayah ini, yang disebut Kerajaan Mataram (Kerajaan Mataram) sekitar abad ke-17. Seperti yang dikemukakan sebelumnya, saat itulah batik muncul.

Karenanya, batik memiliki sejarah yang panjang. Ia berkembang dalam beberapa periode waktu, berbagai era, dan masih ada hingga saat ini. Saat ini, motif batik tidak hanya diterapkan pada garmen, tetapi juga digunakan pada furnitur, tas, sandal, dan produk kerajinan.

Apalagi, batik mendapat penghargaan sebagai ‘Warisan Dunia’ oleh United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Dengan demikian, di Indonesia, setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional (Hari Batik Nasional). ). Selain itu, dengan tujuan mempromosikan batik secara luas, ada beberapa event dan pameran yang diadakan secara rutin di beberapa daerah; Misalnya: Karnaval Batik Solo (Provinsi Jawa Tengah) dan Karnaval Batik Jember (Provinsi Jawa Timur).

Lebih lanjut, setelah batik mendunia, beberapa strategi harus ditetapkan untuk mendorongnya ke pasar global. Ketika produk batik diminati oleh seluruh dunia, setidaknya akan memberikan dua keunggulan penting. Keuntungan pertama, peningkatan penjualan (ekspor) berarti peningkatan pendapatan nasional yang digunakan untuk pembangunan berkelanjutan; yang kedua adalah mempromosikan Indonesia di sektor lain juga, termasuk pariwisata, seni dan budaya tradisional, dll.

Namun perlu diperhatikan bahwa hal tersebut tidak hanya diterapkan pada produk batik. Dalam tulisan ini, batik hanyalah sebuah contoh. Banyak sekali seni budaya dari setiap negara yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang perekonomian nasional.

Berikut beberapa kunci dalam memajukan seni budaya guna mendukung perekonomian nasional:

  • dengan memberikan variasi produk dan model seni budaya; oleh karena itu, konsumen akan memiliki lebih banyak preferensi.
  • dengan mengemas produk dengan event budaya, sehingga akan memberikan kesan lebih kepada pengunjung/wisatawan dan calon konsumen.
  • dengan mendemonstrasikan dan memberikan kursus singkat tentang cara membuat suatu produk (misalnya: cara membuat motif batik, dll) kepada pengunjung/wisatawan; dengan demikian, mereka akan mengalami bahwa mereka terikat pada produk.
Bagaimana Seni Budaya Mendorong Perekonomian

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *