Pancaran HidupDi Pagi HariAku Berangkat BekerjaTampak Olehku Seorang LelakiMengorek-ngorek

Pancaran Hidup

Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya Awak menjadi peminta-minta..

Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka

Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri

(Amal Hamzah)

1. Bagaimana suasana yang tercipta dalam puisi tersebut?
Salam Sukses kepada para pengunjung sekalian. bertemu lagi dengan saya prof.Mapasbsas. Pada waktu kali ini saya mau menjawab perihal persoalan mata pembelajaran Bahasa Indonesia dengan soal diatas yang tentunya sedikit sulit.
Banyak dari Sobat para pelajar SMA yang mesti menyelesaikan sebuah soal yang berbeda dari contoh yang di berikan. Melelahkan bukan? Sehingga kita yakin ketika Sobat mengunjungi website ini Sobat sudah merasa lelah dengan jawaban yang anda cari.
Tidak perlu berbasa basi lagi, mari kita langsung bahas soal Bahasa Indonesia tersebut dengan penyelesaian yang gampang Sobat mengerti .

Jawaban Pancaran Hidup

Di Pagi Hari
Aku Berangkat Bekerja
Tampak Olehku Seorang Lelaki
Mengorek-ngorek.. adalah

Suasana yang tercipta dalam puisi di atas adalah kemarahan.

Yuk, simak pembahasan berikut ini.

Puisi adalah karya sastra yang berisi ungkapan isi hati penulis. Dalam puisi terdapat irama, rima, lirik, dan ritme pada setiap lariknya.

Salah satu jenis puisi adalah puisi baru. Puisi baru merupakan puisi yang tidak terikat dengan aturan baku pada rima, jumlah bait, irama, jumlah suku kata, dan banyaknya larik. Puisi baru dapat disebut juga puisi modern.
Contoh puisi baru adalah puisi “Aku” karya Chairil Anwar.

Salah satu unsur dalam puisi adalah suasana. Suasana merupakan ekspresi penyair yang terungkap dalam puisi.

Langkah-langkah menentukan suasana dalam puisi adalah sebagai berikut.
1. Membaca puisi dengan cermat.
2. Memahami makna tiap kata dalam puisi.
3. Menentukan suasana dalam puisi.

Berdasarkan penjelasan di atas, suasana yang tercipta dalam puisi di atas adalah kemarahan. Puisi tersebut berisi tentang seorang laki-laki dengan keadaan sehat, tetapi memilih bermalas-malasan dengan menjadi peminta-minta. Hal tersebut sesuai dengan bunyi puisi pada larik berikut.
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
….
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri

Dengan demikian, suasana yang tercipta dalam puisi di atas adalah kemarahan.

Cukup sekian untuk penjelasan dari soal Pancaran Hidup

Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi

Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya Awak menjadi peminta-minta..

Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap teguh semata
Tiada cacat membuat celaka

Hatiku marah
Orang begini tidak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
la tinggal bermalas diri

(Amal Hamzah)

1. Bagaimana suasana yang tercipta dalam puisi tersebut?. sekadar kiat tips dari kita, Fahami perihal jawaban yang di berikan sehingga ketika guru anda bertanya, anda bisa menjelaskan soal Bahasa Indonesia tersebut secara lengkap.
Jangan lupa kasih tahu teman anda tentang adanya situs kami, supaya lebih banyak lagi para pelajar yang terbantu dengan jawaban yang kami berikan. Untuk mencari jawaban yang lain silahkan ketikkan soal yang kamu cari di kolom percarian di atas.

Leave a Comment