Banyaknya Partai Partai Politik Pada Masa Demokrasi Liberal Menimbulkan

banyaknya partai partai politik pada masa demokrasi liberal menimbulkan titik-titik antar golongan partai
Selamat malam, sore dan siang kepada para pengunjung sekalian. bertemu lagi dengan kita prof.Mapasbsas. Pada waktu kali ini kita ingin membahas perihal persoalan mata pelajaran Sejarah dengan soal diatas yang pastinya lumayan sulit.
Banyak dari kamu para pelajar SMA yang harus menyelesaikan sebuah soal yang berbeda dari contoh yang di berikan. Melelahkan bukan? Sehingga kami yakin ketika kamu mengunjungi web ini kamu sudah merasa menyerah dengan jawaban yang anda cari.
Tidak perlu berlama lama lagi, mari kita langsung bahas soal Sejarah ini dengan penjelasan yang mudah anda mengerti .

Jawaban Banyaknya Partai Partai Politik Pada Masa Demokrasi Liberal Menimbulkan.. adalah

Mungkin maksud pertanyaannya begini ya.

Banyaknya partai partai politik pada masa demokrasi liberal menimbulkan … antar golongan partai.

Jawaban untuk melengkapi kalimat yang tidak lengkap tersebut adalah konflik.

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut.

Setelah berakhirnya pemerintahan RIS pada 1950, pemerintahan Republik Indonesia masih melanjutkan model demokrasi parlementer yang liberal. Kabinet dipimpin oleh seorang perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen. Presiden hanya berkedudukan sebagai kepala negara. Pada awalnya sistem pemerintahan Indonesia yang pertama adalah Demokrasi Presidensial dan pemerintah memberi kesempatan pendirian partai-partai politik. Selanjutnya bermunculan partai-partai dengan berbagai latar belakang dan ideologi (multi partai). Lalu pemerintah mengelurakan Maklumat KNIP No. 5 tanggal 11 November 1945 mengenai sistem pemerintahan Indonesia. Isinya pembentukan kabinet yang bekerja kolektif yang dipimpin perdana menteri yang disebut sistem Demokrasi Parlementer. Dari sinilah Indonesia mulai mengubah sistem pemerintahan dari Presidensial ke Parlementer yang diawali dengan Kabinet Syahrir.

Tahun 1950-1959, Indonesia menganut sistem demokrasi liberal dan sistem pemerintahannya adalah kabinet parlementer. Pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia ada tujuh kabinet dalam sistem pemerintahan demokrasi parlementer yaitu kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, kabinet Wilopo, kabinet Ali Sastroamijoyo, kabinet Burhanuddin Harahap, kabinet Ali Sastroamijoyo II, dan kabinet Djuanda. Selama masa Demokrasi Liberal 1950-1959, ke tujuh kabinet berganti-ganti dalam kurun waktu satu tahun kurang/lebih masa pemerintahan. Penyebabnya ialah, karena sistem multi partai tersebut menyebabkan masing-masing parpol mengutamakan kepentingan mereka masing-masing sehingga menyebabkan terjadinya konflik dan persaingan.

Dengan demikian, banyaknya partai partai politik pada masa demokrasi liberal menimbulkan konflik antar golongan partai.

Semoga membantu yaa :))

Cukup sekian untuk penyelesaian dari soal banyaknya partai partai politik pada masa demokrasi liberal menimbulkan titik-titik antar golongan partai. sekadar kiat tips dari saya, Fahami seputar jawaban yang di berikan sehingga ketika guru anda bertanya, anda dapat membeberkan soal Sejarah tersebut secara lengkap.
Jangan lupa kasih tahu teman anda tentang adanya situs kami, agar lebih banyak lagi para pelajar yang terbantu dengan penyelesaian soal yang kami berikan. Untuk mencari jawaban yang lain silahkan ketikkan soal yang anda cari di kolom percarian di atas.

Leave a Comment