Bakteri Banyak Ditemukan Pada Celah Hidrotermal Di Dasar Lautan,

Bakteri banyak ditemukan pada celah hidrotermal di dasar lautan, dimana suhu sangat tinggi karena pemanasan oleh magma. Bakteri tersebut memiliki DNA dengan kadar G dan C yang tinggi. Mengapa DNA bakteri tersebut dapat stabil pada suhu tinggi?
A. Struktur kimia basa purin menjadikannya stabil terhadap panas
B. Struktur kimia basa pirimidin menjadikannya stabil terhadap panas
C. Pasangan basa G dan C memiliki tiga ikatan hidrogen, sedangkan pasangan basa lainnya hanya memiliki dua ikatan hidrogen
D. Pasangan basa G dan C membentuk ikatan kovalen sehingga lebih stabil pada suhu tinggi
E. Ikatan fosfat yang dibentuk oleh basa A dan T tidak stabil pada suhu tinggi

Selamat sore, siang dan malam kepada para pengunjung sekalian. bertemu lagi dengan saya prof.Mapasbsas. Pada waktu kali ini saya ingin membahas seputar persoalan mata pelajaran Biologi dengan persoalan diatas yang tentunya sedikit sulit.
Banyak dari anda para pelajar SMA yang harus menyelesaikan sebuah soal yang berbeda dari contoh yang di berikan. Melelahkan bukan? Sehingga kita yakin ketika anda mengunjungi web ini anda telah merasa lelah dengan jawaban yang anda cari.
Tak perlu berlama lama lagi, mari kita langsung bahas soal Biologi tersebut dengan penjelasan yang mudah kamu mengerti .

Jawaban Bakteri Banyak Ditemukan Pada Celah Hidrotermal Di Dasar Lautan,.. adalah

Jawaban yang benar adalah C. Pasangan basa G dan C memiliki tiga ikatan hidrogen, sedangkan pasangan basa lainnya hanya memiliki dua ikatan hidrogen

Pembahasan

DNA (Deoxyribonucleic acid) merupakan materi genetik yang ada di dalam tubuh makhluk hidup. DNA pada setiap makhluk hidup memiliki susunan yang berbeda-beda. DNA mengandung gula, fosfat dan basa nitrogen. Basa nitrogen DNA tersusun atas basa purin dan pirimidin. Basa purin terdiri atas basa adenin (A) dan basa guanin (G). Basa pirimidin terdiri atas basa timin (T) dan basa sitosin (C). Rantai DNA merupakan rantai double helix yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen antar basa nitrogennya. Basa purin berikatan dengan basa pirimidin. Basa adenin dan basa timin dihubungkan oleh dua ikatan hidrogen, basa guanin digubungkan oleh tiga ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen DNA sangat sulit untuk diputuskan namun dapat diputuskan dengan suhu tinggi. Ikatan A dan T lebih mudah untuk diputuskan karena hanya memiliki 2 ikatan hidrogen, sedangkan ikatan antara G dan C membutuhkan suhu yang lebih tinggi lagi untuk memutuskannya karena memiliki 3 ikatan hidrogen.

Jadi, Jawaban yang benar adalah C. Pasangan basa G dan C memiliki tiga ikatan hidrogen, sedangkan pasangan basa lainnya hanya memiliki dua ikatan hidrogen

Cukup sekian untuk penyelesaian dari soal Bakteri banyak ditemukan pada celah hidrotermal di dasar lautan, dimana suhu sangat tinggi karena pemanasan oleh magma. Bakteri tersebut memiliki DNA dengan kadar G dan C yang tinggi. Mengapa DNA bakteri tersebut dapat stabil pada suhu tinggi?
A. Struktur kimia basa purin menjadikannya stabil terhadap panas
B. Struktur kimia basa pirimidin menjadikannya stabil terhadap panas
C. Pasangan basa G dan C memiliki tiga ikatan hidrogen, sedangkan pasangan basa lainnya hanya memiliki dua ikatan hidrogen
D. Pasangan basa G dan C membentuk ikatan kovalen sehingga lebih stabil pada suhu tinggi
E. Ikatan fosfat yang dibentuk oleh basa A dan T tidak stabil pada suhu tinggi
. sekadar kiat tips dari kita, Fahami tentang jawaban yang di berikan sehingga ketika guru sahabat bertanya, sahabat bisa menerangkan soal Biologi tersebut secara lengkap.
Jangan lupa kasih tahu teman anda tentang adanya laman kami, supaya lebih banyak lagi para pelajar yang terbantu dengan jawaban yang kita berikan. Untuk mencari jawaban yang lain silahkan ketikkan soal yang kamu cari di kolom percarian di atas.

Leave a Comment